Kamis, 22 Januari 2015

Menjadi Penulis



Awalnya, bagiku berhenti bekerja adalah sebuah dilema. Tapi harus ada keputusan, apalagi pilihan itu insyaallah  pilihan yang terbaik, merawat anak sendiri yang sedang sakit. Saat itu, 10 tahun yang lalu, anak sulung saya menderita penyakit kelainan darah, anemia haemolitik.
 Ketika anak semakin besar, waktu luang semakin luas. Menulis, salah satu hobi sejak kuliah, atau mungkin sejak SD di buku diary, kembali dijalani dan dipelajari. Sampai suatu hari, awal tahun 2014 menemukan sebuah grup Komunitas Penulis Bacaan Anak. Merasa kagum di sana, karena ternyata banyak ibu rumah tangga yang belajar menjadi penulis. Banyak penulis yang juga Ibu rumah tangga.
Didukung penuh oleh sang suami untuk menulis, akhirya berawal dari ikut kuis-kuis, mengirim cerita ke media, satu-satu cerita itu menang dan dimuat.



 Yang belum tercapai yaitu mempunyai buku sendiri. Jadi, Impian saya di tahun 2015 ini, sebenarnya banyak hehe. Tapi yang lebih dekat dalam impian, lebih nyata akan tercapai, yaitu saya ingin punya buku sendiri dan lebih bagus lagi diterbitkan oleh penerbit mayor.
Kenapa? Karena, saya ingin membuktikan terutama kepada diri sendiri kalau saya yang kini menjadi ibu rumah tangga bisa menjadi penulis, bisa mempunyai buku sendiri, tentunya dari hobi bisa punya uang sendiri.  Dan alasan kedua, dengan saya menjadi penulis dan sukses menulis adalah salah satu kado terindah untuk kekasihku, guruku.. (Ciee... my husbant)
 Yang sudah saya lakukan, menulis setiap hari, bergabung dengan group-group penulis, mengikuti kuis-kuis membuat cerita, membaca dan mempelajari buku-buku dan karya-karya orang lain, mengirimkan cerita-cerita ke berbagai media dan penerbit. Juga senantiasa menguatkan mental untuk tetap semangat, ketika mendapatkan penolakan-penolakan media dan penerbit  hehe. Ditolak? Bikin lagi. Ditolak? nulis lagi. Walau pernah ada air mata yang mengalir, 


Tapi harus tetap semangat, dan alhamdulillah tetap semangat :D . karena telah banyak mengirimkan  naskah ke penerbit, dan semoga suatu saat nanti saya bisa foto selfie dengan buku sendiri. Aamiin
Saya juga membuat twiiter dan blog sebagai salah satu pendukung saya sebagai penulis untuk bersilaturahmi dengan banyak orang. Dalam membuat blog saya terbantu sekali dengan Teh Efi Fitriyyah yang dikenalkan oleh Mama Ina Inong waktu itu. Haturnuhun Teh Efi juga Mama Ina :)
Dan saya tidak lupa berdoa. Memohon ide, kesehatan, kemampuan dan keyakinan untuk bisa menulis. Karena Doa adalah kekuatan namun kekuatan itu tidak akan berarti tanpa usaha dan kerja keras.
Semoga cita-cita saya menjadi penulis yang menerbitkan buku tahun ini bisa tercapai dan karena ini episode pertama saya ikut lomba di blog, semoga saja saya bisa menaaang! Aamin

Kamis, 08 Januari 2015